KHARTOUM, tribunkaltim.co.id - Pemimpian partai oposisi Sudan, Partai Kongres Rakyat (PCP), Hassan al-Turabi, Rabu (2/10/2013) menyerukan agar Presiden Omar Al-Bashir lengser dengan damai sebelum mengalami nasib seperti para diktator lainnya.
"Kami tahu revolusi akan segera datang jika mereka tetap ingin berkuasa," kata Turabi kepada Al-Arabiya.
"Kami harus mencegah aksi massa ini berubah menjadi sebuah konflik bersenjata. Jika mereka (pemerintah) menerima saran untuk meninggalkan kekuasaan secara sukarela, itu lebih baik," tambah Turabi.
Aksi massa pecah di Sudan pekan lalu setelah pemerintah mencabut subsidi BBM, yang mengakibatkan meroketnya harga berbagai kebutuhan.
Akibatnya, ribuan orang turun ke jalan di seluruh negeri menentang keputusan pemerintah yang membalas dengan tangan besi sehingga 50 orang pengunjuk rasa tewas.
Selain itu jaringan internet dihambat dan berbagain seolah terpaksa meliburkan diri. Selain itu sejumlah surat kabar dan stasiun televisi ditutup.
Setelah aksi massa selama sepekan, pada Selasa (2/10/2013) Presiden Omar Al-Bashir mengatakan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM untuk menghindari keruntuhan ekonomi Sudan.
Sudan kehilangan 75 persen pendapatannya dari minyak mentah setelah berpisah dengan Sudan Selatan tahun lalu. Dengan menipisnya pendapatan, Sudah menghadapi kesulitan membayar utang luar negeri yang mencapai lebih dari 40 miliar dolar AS.
Kondisi ekonomi semakin buruk setelah inflasi negeri itu melonjak hingga melebihi 40 persen.
Anda sedang membaca artikel tentang
Oposisi Desak Presiden Sudan Mundur Sukarela
Dengan url
http://beritakaltime.blogspot.com/2013/10/oposisi-desak-presiden-sudan-mundur.html?m=0
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Oposisi Desak Presiden Sudan Mundur Sukarela
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Oposisi Desak Presiden Sudan Mundur Sukarela
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar