Pentas Monolog, Buyung bilang Rakyat Kaltim Lupa Dibuat Kaya

Written By Unknown on Minggu, 08 Maret 2015 | 12.16

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pementasan monolog "Terkapar" karya Buyung Ardiansyah, yang diselenggarakan Lembaga Kreatifitas Remaja di Gedung Rijani Taman Budaya Kaltim, Jl Kemakmuran, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur Sabtu (7/3/2015) malam, ditonton lebih dari 100 orang.

Diiringi alunan musik dari para seniman berusia remaja, monolog "Terkapar" bercerita tentang seorang lelaki yang telah bebas dari hukuman penjara. Buyung Ardiansyah yang memerankan lelaki tersebut, bercerita tentang masa lampau bahwa bukan dia yang menyebabkan istrinya meninggal pada peristiwa kebakaran.

Dalam pementasan itu, Buyung juga peduli pada seni pertunjukan dan seni tradisional daerah. (BACA: Aksi Jhon Tralala Bikin Warga Sangatta Terpingkal-pingkal)

"Kita dihadapkan pada persoalan yang tidak jelas muara dan tujuannya. Jangan sampai kita kebingungan. Kita harus cari solusi dari permasalahan yang ada. Lihat, dengar, cicak dan buaya saling sikat. Perhatikan saja orang-orang pintar itu saling menyalahkan," ujar Buyung dalam pementasan monolognya.

Di atas panggung, Buyung berlari ke kanan, kiri, juga naik ke atas di balik bilik kain hitam. Ia mengingatkan pada generasi muda agar lebih semangat menjalani hidup.

"Kalian generasi muda harus utamakan prestasi daripada gengsi. Kalau disuruh memilih kesenian tradisional atau modern, dengan jelas mereka memilih kesenian modern. Adanya fakta ini karena kebingunan-kebigungan. Saya selalu mengembara ke mimpi-mimpi yang lain. Kita bisa berdiri dan menjadi saksi sejarah kata orang-orang yang katanya mulia".

"Sejarah diputarbalikkan fakta. Sejarah menciptakan manusia-manusia angkuh yang menindas manusia yang lain. Dan Aku adalah korban keangkuhan sejarah, dan kalian juga bisa jadi korban selanjutnya," ujar Buyung. (BACA: Kolaborasi Tari Balet dan Tradisional Jatim Hadir di Balikpapan)

Buyung juga menyinggung Provinsi Kalimantan Timur yang katanya damai, subur, makmur dan kaya akan hasil alam. "Sayang sekali rakyatnya lupa dibuat kaya. Provinsi ini sekarang mulai bergejolak. Mereka menuntut ketidakadilannya, menuntut sebuah pemerataan yang sering didengar otonomi khusus," paparnya.

Ditemui usai pementasan, Buyung Ardiansyah mengajak generasi muda untuk tetap melestarikan seni budaya tradisional yang ada di daerah. "Jangan lupakan tradisi kita di Kalimantan Timur," pungkasnya. (*)


Anda sedang membaca artikel tentang

Pentas Monolog, Buyung bilang Rakyat Kaltim Lupa Dibuat Kaya

Dengan url

http://beritakaltime.blogspot.com/2015/03/pentas-monolog-buyung-bilang-rakyat.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Pentas Monolog, Buyung bilang Rakyat Kaltim Lupa Dibuat Kaya

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Pentas Monolog, Buyung bilang Rakyat Kaltim Lupa Dibuat Kaya

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger