Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Akibat Sawit, di Nunukan Lahan Sawah Tersisa Dua Hektare

Written By Unknown on Senin, 03 Maret 2014 | 12.16

NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Pembukaan perkebunan rakyat dan perkebunan besar kelapa sawit di Kabupaten Nunukan, diikuti pula dengan berkurangnya lahan pertanian padi sawah maupun padi ladang. Konversi lahan budidaya padi terjadi di beberapa kecamatan. Sejumlah petani padi beralih profesi menjadi pekebun kelapa sawit.

"Banyak petani sawah beralih ke sawit. Kenapa? Karena sawit tidak memerlukan perawatan khusus. Habis tanam beberapa bulan panen. Kalau sawah tidak bisa seperti itu," ujar Yophie Frederik Wowor, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nunukan.

Yophie mencontohkan, di Kecamatan Tulin Onsoi sawah yang semula 14 hektare tersisa hanya dua hektare. Di Kecamatan Sebuku, dari luasan lahan 400 haktare, yang tersisa hanya 10 haktare. Sementara di Kecamatan Siemanggaris dari 130 hektare sawah tersisa 125 hektare.

"Ada yang dialihkan untuk perkebunan sawit, ada juga yang tidak dikelola karena petani padi sawah beralih profesi ke perkebunan kelapa sawit atau ke rumput laut terutama di Sebatik Barat dan Nunukan Selatan," ujarnya.

Seluas 210.700,75 hektare lahan di Kabupaten Nunukan telah ditanami kelapa sawit. Seluas 192.708,75 hektare hutan dibuka untuk 22 perkebunan besar. Sementara sisanya merupakan perkebunan rakyat.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Nunukan, Masniadi mengungkapkan, hingga semester II tahun 2013, luas lahan sawit perkebunan rakyat telah mencapai 18.592 hektare. Lahan terluas berada di Kecamatan Siemanggaris yang mencapai 3.867 hektare.

"Sebarannya hampir di seluruh Kabupaten Nunukan kecuali Kecamatan Krayan, Kecamatan Krayan Selatan dan Kecamatan Lumbis Ogong," kata Masniadi.

Ia memastikan, tak banyak lahan pertanian padi yang dialihkan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Yophie mengungkapkan, luasan tanam padi sawah menurun dari 10.690 hektare pada 2008, menjadi 10.619 haktare pada 2009 dan menurun lagi menjadi 8.571 hekatare pada 2010 dan 2011. Pada 2012, luasan lahan tanam meningkat menjadi 9.169 hekatre.

"Karena kita cetak sawah yang baru," ujarnya.

Sementara luasan tanam padi ladang menurun dari 2.141 hektare tahun 2008, menjadi 1.987 hektare pada 2009, 1.766 haktare pada 2010 dan 2011 dan menyusut menjadi 1.246 haktare pada 2012.

Menurunnya luasan tanam diikuti pula dengan produksi padi. Produksi padi sawah terus menyusut dari 209 ton pada 2008, menurun menjadi 158 ton pada 2009, 65 ton pada 2010 dan 2011 serta berkurang tinggal 37,249 ton pada 2012.

"Meskipun lahan tanam bertambah karena kita mencetak sawah baru, tetapi produksi berkurang karena pengaruh banjir. Terutama sawah-sawah di Kecamatan Sembakung," ujarnya.

Keberadaan perkebunan kelapa sawit di sekitar sawah juga ikut mengganggu irigasi. "Jelas berpengaruh karena sawit rakus air," ujarnya.

Satu pohon sawit dewasa bisa menghabiskan 20 liter air yang diuapkan. Yophie mengakui, pihaknya belum pernah meneliti pengaruh langsung keberadaan kelapa sawit di sekitar sawah.

"Sejauh ini petani belum ada yang menyampaikan keluhan soal irigasi," ujarnya.

Masniadi mengatakan, sebenarnya tidak banyak perkebunan kelapa sawit yang berada di sekitar sawah.

"Di Sebatik Barat memang ada," ujarnya.

Ia juga menegaskan, belum ada sungai yang kering karena tanaman sawit. Kalaupun air sungai menjadi keruh, hal itu disebabkan karena pembukaan lahan. Bukan karena keberadaan tanaman sawit dimaksud.

Menurunnya produksi padi tentunya membuat Kabupaten Nunukan harus mendatangkan beras dari luar Kabupaten Nunukan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Daerah (BKP3D) Kabupaten Nunukan, Jabbar mengatakan, selama ini Kabupaten Nunukan masih menyuplai beras dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Kebutuhan beras di Kabupaten Nunukan mencapai 6.000 ton perbulan.


12.16 | 0 komentar | Read More

Mahfud MD Heran Selalu Dijodohkan dengan Prabowo

TOKYO - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku heran sering dijodohkan dengan salah satu calon presiden yang dijagokan masyarakat di daerah Indonesia Timur saat dia berkunjung ke daerah tersebut.

Mahfud mencontohkan saat kunjungannya ke NTT yang lalu, sering dijodohkan dengan salah satu calon presiden yang dijagokan masyarakat di sana. Namun pada akhirnya Mahfud hanya menyerahkan segalanya kepada Tuhan.

"Ya, saya agak heran juga. Di NTT, setiap berkunjung ke suatu tempat saya sering dijodohkan dengan Prabowo. Saya bilang, belum saatnya bicara pasangan. Nanti partai-partai peserta pemilu akan membicarakan pada saatnya. Sesuai skenario Tuhan saja," kata Mahfud MD kepada Tribunnews.com, Senin (3/3/2014).

Mahfud MD juga membicarakan mengenai habib dan kiai di berbagai daerah.

"Banyak juga habib dan Kiai terkemuka di Jawa juga meminta saya menjadi pasangan Prabowo. Lalu saya bilang, kita ikut skenario Tuhan saja deh," ungkapnya.

Menurut Mahfud MD yang menjadi capres dan tokoh paling berkualitas sesuai hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia per 30 November 2012, sebelum munculnya Jokowi memang Prabowo tak terlawan dalam berbagai survei di dalam negeri.

"Kita ikut skenario Tuhan saja, semua saya kembalikan kepada rencana Tuhan," tekannya lagi.

Mahfud MD mengaku tidak tahu mengapa Prabowo begitu kuat.

"Tetapi kalau kita buka file-file survei sebelum 2013, Prabowo selalu ada di angka mutlak untuk menang. Meski begitu saya meyakini akan terjadi konfigurasi politik baru setelah pemilu 9 April 2014," ujar Mahfud.


12.16 | 0 komentar | Read More

Di Mamuju, Tahanan Wanita Tewas Minum Racun

MAMUJU UTARA- Nurlia (21), tahanan wanita dalam kasus perkelahian di Mapolsek Baras, Mamuju Utara, Sulawesi Barat, akhirnya tewas Minggu malam (2/3/2014).

Wanita belia itu sebelumnya menenggak racun di dalam sel tempatnya ditahan.Peristiwa itu terjadi sembilan hari yang lalu. Sebelum tewas, Nurlia sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Palu.

Kedatangan jenazah Nurlia disambut histeris oleh keluarganya. Puluhan kerabat dan juga tetangga Nurlia berdatangan ke rumah duka, menyaksikan jenazah diturunkan dari ambulance.

"Kami heran (saat) mendapat laporan dari polisi Nurlia menenggak racun, justru di dalam tahanan, yang seharusnya bebas bahan seperti racun atau benda tajam. Kita belum tahu darimana asal usul racun, sampai menyebabkan dia tewas," ujar Syamsul, ayah Nurlia yang ditemui kemarin malam.

Kepala Polsek Baras yang hendak dimintai tanggapannya terkait kasus ini, justru tidak berada di tempat, karena sedang cuti.

Semalam, puluhan polisi dikerahkan untuk mengamankan polsek dan rumah duka, untuk mengantisipasi amukan pihak keluarga.(Kontributor Polewali, Junaedi)


12.16 | 0 komentar | Read More

Air Genangi Jalan, Kendaraan Sebagian Menunggu

Balikpapan, tribunkaltim.co.id - Hujan deras yang mengguyur kota Balikpapan, Senin (3/2/2014) pukul 09.30 mulai reda. Meski demikian warga mesti berjibaku dengan air yang menggenangi sejumlah ruas jalan.

Dari pantauan tribunkaltim.co.id di kawasan Karang Rejo dan Sumber Rejo air tergenang di sedikitnya tiga titik. Demikian pula di kawasan Jl Ahmad Yani. Sebagian sopir angkutan kota (angkot) pun memilih menunggu air surut. "Banjir...," begitu teriak salah satu sopir angkot nomer 5. Hanya kendaraan tinggi saja yang berani melintas.

Sementara lalu lintas d Jl Ahmad Yani sedikit tersendat, karena kendaraan memilih berjalan perlahan. Sisa lumpur dan sampah terlihat di beberapa titik yang airnya mulai surut. (*)


12.16 | 0 komentar | Read More

Hujan Deras, Ruangan Bappeda PPU Bocor

PENAJAM, tribunkaltim.co.id - Sejumlah ruangan di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Penajam Paser Utara (PPU), bocor akibat terus diguyur hujan deras.

Bahkan plafon ruangan bagian Ekonomi runtuh karena tidak mampu menahan air hujan
Akibatnya, sejumlah staf langsung mengeluarkan meja dan berkas agar tidak terkena air hujan.

Sekretaris Bappeda PPU, Puguh Sumitro mengatakan, adanya ruangan yang basah karena terkena air hujan yang disertai angin (samir)


12.16 | 0 komentar | Read More

Pekan Ini, Kasus Century akan Disidang

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah merampungkan berkas perkara kasus dugaan korupsi dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, rencananya sidang perdana yang menjerat Budi Mulya itu akan digelar Kamis 6 Maret 2014 mendatang.

"Sidangnya rencana digelar tanggal 6 Maret," kata Johan ketika dihubungi, Senin (3/3/2014).

Sidang perdana itu akan mendudukkan mantan Deputi IV Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Devisa dan Moneter itu sebagai terdakwa. Meski baru menyangkakan Budi, KPK terus memburu aktor-aktor intelektual dibalik kasus tersebut.

"Lihat saja saat nanti dakwaan yang dibacakan. Semuanya nanti akan diungkapkan. Lihat saja menarik atau tidak di dalam dakwaan nanti," kata Wakil Ketua KPK, Busyro Muqqodas.

Seperti diketahui, merujuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus FPJP Bank Century ini telah merugikan negara sebanyak Rp 7,4 triliun. Bukan Rp 6,7 triliun sebagaimana diberitakan selama ini.

Rincian kerugian itu, yakni Rp 689,39 miliar dalam pemberian FPJP dari BI kepada Bank Century pada 14, 17 dan 18 November 2008, serta sebanyak Rp 6,76 triliun dalam proses penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Nilai Rp 6,76 triliun itu merupakan keseluruhan penyaluran Penyertaan Modal Sementara (PMS) oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kepada Bank Century selama periode 24 November 2008 sampai dengan 24 Juli 2009. (edwin firdaus)


12.16 | 0 komentar | Read More

Mahfud MD: Putusan Pilkada Jatim Aneh

Written By Unknown on Minggu, 02 Maret 2014 | 12.16

JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai putusan MK terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur aneh.

Putusan sengketa Pilkada Jatim tak mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan pihak pemohon, yaitu calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja."Kasus Jatim itu yang aneh dan sudah saya kirim surat. Di situ ternyata dalil-dalil dan bukti-bukti yang diajukan oleh Khofifah di putusan tidak dipertimbangkan sama sekali," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan, saat menjadi hakim konstitusi, ia selalu mempertimbangkan dalil-dalil dan bukti-bukti dari pemohon. Dalil-dalil dan bukti-bukti itu disebutkan statusnya apakah benar dan ditolak, salah dan ditolak, atau benar tetapi tidak terkait dengan pemilu.

"Tapi ini enggak muncul sama sekali, dan itu sudah saya tanyakan secara langsung di dalam sidang Majelis Etik kepada semua tim, kedua hakim dan kepada paniteranya. Mengapa Anda memutus seperti ini?" kata Mahfud.

Meski demikian, ia menilai putusan MK tetap sah. Sesuai undang-undang, putusan MK bersifat final dan mengikat.

Pernyataan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar yang menyebut kemenangan Pilgub Jatim sebenarnya milik pasangan Khofifah Indar Parawansah-Herman Suryadi Sumawiredja, dipastikan tidak akan mengubah keputusan MK yang memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Menurut pakar hukum Tata Negara Universitas 17 Agustus Surabaya, Dr Soetanto Soephiady, pernyataan tersebut bukanlah novum atau bukti baru yang dapat mengubah keputusan MK. "Karena keputusan MK sifatnya tetap dan mengikat," katanya.

Otto Hasibuan, sebelum mundur dari penasihat hukum mantan Ketua MK Akil Mochtar, mengatakan, Akil ikut membuat putusan sengketa hasil Pemilihan Gubernur Jawa Timur. MK memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah).

Menurut Otto, Akil merasa heran karena putusan MK pada 7 Oktober 2013 lalu berubah menjadi memenangkan pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa).

Otto menjelaskan, putusan itu sudah dibuat dalam rapat pleno pada tanggal 2 Oktober 2013 pukul 18.00 atau sebelum Akil tertangkap tangan menerima suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada malam harinya.

Namun Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva membantah ada kecurangan dalam putusan uji materi (judicial review) Pilkada Jawa Timur. Menurut Hamdan, rapat yang dilakukan Akil pada 2 Oktober 2013 tersebut hanyalah rapat panel yang dihadiri tiga hakim, bukan rapat pleno yang dihadiri semua hakim.

Rapat pleno baru dilaksanakan keesokan harinya, yakni pada tanggal 3 Oktober 2013. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh hakim konstitusi, kecuali Akil yang telah ditangkap oleh KPK.


12.16 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger