Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

RW: Bangunan Unikarta tak Layak

Written By Unknown on Rabu, 26 Februari 2014 | 12.16

TENGGARONG - Bupati Kukar Rita Widyasari (RW) mengunjungi lokasi kampus Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Rabu (26/2/2014).

Dia melihat sarana infrastruktur di perguruan tinggi yang melahirkan sejumlah pejabat di Kukar itu masih kurang memadai.

"Bangunan Unikarta ini tidak layak. Ubinnya bolong dan beberapa kursinya juga rusak," kata Rita didampingi DR Sabran, Rektor Unikarta. Bahkan, toiletnya dipenuhi kotak minuman air mineral.

"Saya nggak bisa membedakan antara toilet dan gudang," tuturnya.

Rita berharap, ke depan Unikarta bisa menjadi perguruan tinggi negeri di Kukar. Dia meminta Kepala Dinas Pendidikan Kukar, Wiyono untuk mengurus administrasinya agar Unikarta tidak lagi dikelola yayasan. Sehingga Unikarta bisa dibantu pemerintah.


12.16 | 0 komentar | Read More

Bupati Kukar Bantu Unikarta 1 Miliar per Tahun

TENGGARONG - Bupati Kukar Rita Widyasari berjanji akan menyalurkan bantuan Rp 1 miliar tiap tahun untuk Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Ini dilatarbelakangi atas keprihatinannya melihat kondisi bangunan Unikarta.

"Saya akan menyalurkan bantuan Rp 1 miliar tiap tahun buat Unikarta melalui SKN," kata Rita disampaikan dalam acara penandatanganan nota kesepakatan antara Pemkab Kukar dan Unikarta di Pendopo Bupati, Rabu (26/2).

SKN merupakan perusahaan milik keluarga Rita.
Selain itu Unikarta juga membangun kerja sama dengan dua perusahaan, yakni Tanito dan ABK.


12.16 | 0 komentar | Read More

Ruhut: Tabrak Aturan Presiden, Dahlan Enggak Akan Lolos Konvensi

JAKARTA,  tribunkaltim.co.id - Juru Bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul meminta kandidat Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Dahlan Iskan mengutamakan tugasnya sebagai Menteri Negara BUMN ketimbang kegiatan konvensi. Menurut Ruhut, Dahlan wajib memenuhi aturan tersebut karena telah disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Untuk kebaikan harus pilih pekerjaan sebagai menteri," kata Ruhut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2014).

Ruhut menyingung instruksi Presiden SBY bahwa para pembantunya di Kabinet Indonesia Bersatu II yang menjadi pengurus parpol atau maju sebagai calon anggota legislatif agar tetap fokus pada tugas pemerintahan. Aktivitas politik menghadapi Pemilu 2014 hanya diberi waktu pada Sabtu dan Minggu.

Arahan Presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ini sudah ditindaklanjuti Sekretaris Kabinet Dipo Alam melalui surat edaran. Di sisi lain, akan ada benturan karena kegiatan konvensi seringkali dilaksanakan di tengah pekan atau hari kerja. Salah satunya adalah kegiatan debat kandidat konvensi yang digelar di belasan kota besar secara bergantian.

Secara pribadi, kata Ruhut, dirinya menolak menteri atau pejabat publik mengikuti konvensi. Hal ini telah ia sampaikan pada kandidat konvensi, meski nyatanya masih ada menteri dan pejabat publik yang belum mundur dari jabatannya.

"Mereka sudah menabrak aturan presiden, mereka ngotot karena ambisinya. Aku punya feeling Dahlan enggak akan lolos konvensi," kata pendukung peserta Konvensi Pramono Edhie Wibowo itu.


12.16 | 0 komentar | Read More

Ketua KPK Tegaskan tak Takut Periksa Ibas

JAKARTA, tribunkaltim.co.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, mengatakan, KPK tidak segan memanggil siapapun yang terkait kasus dugaan suap SKK Migas, termasuk Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.

Ibas--sapaan karib Edhie Baskoro Yudhoyono--dalam BAP yang beredar disebutkan dekat dengan Deni Karmaina, petinggi PT Rekayasa Industri yang berebut tender dengan PT Timas, perusahaan yang dijagokan Sutan Bhatoegana di SKK Migas.

"Informasi itu akan kita dalami. Siapapun dari hasil penyelidikan dan penyidikan kalau kami mendapat informasi, baik Sekjen Demokrat Ibas dan siapapun, jika yang bersangkutan perlu dimintai keterangan, kami tidak segan untuk memanggilnya," ujar Abraham

Tidak perlu ada yang disembunyikan KPK, pimpinan dan seluruh insan KPK punya komitmen sama tanpa pandang bulu menjerat siapapun," tegas Abraham di Gedung KPK.

Ia menambahkan, siapapun yang dicegah pergi ke luar negeri oleh KPK akan diperiksa.

Tidak tertutup kemungkinan Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan pemberian suap ke mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, termasuk Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana.

"Sutan kenapa belum ditetapkan sebagai tersangka? Jawabannya belum (tersangka—Red) bukan berarti tidak jadi, ada proses yang masih dilakukan," kata Abraham Samad di Gedung KPK belum lama ini.

Berdasarkan surat dakwaan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, disebutkan bahwa dia telah menyerahkan uang 200.000 dolar AS pada 26 Juli 2013.

Uang itu diserahkan melalui anggota Komisi VII DPR Tri Yulianto yang juga berasal dari Fraksi Partai Demokrat di toko buah All Fresh Jakarta untuk diserahkan ke Sutan Bhatoegana sebagai bentuk tunjangan hari raya (THR) bagi anggota dewan Komisi VII. Namun, baik Sutan maupun Tri Yulianto membantah menerima uang tersebut. (Rachmat Hidayat)


12.16 | 0 komentar | Read More

Racun Tarantula Berpotensi Jadi Pereda Nyeri

 tribunkaltim.co.id - Jika selama ini pereda rasa nyeri atau analgesik alami didapat dari tumbuh-tumbuhan seperti jahe atau kopi, kini peneliti tengah mengembangkan analgesik baru dari racun tarantula. Racun dari salah satu jenis tarantula diklaim aman dan efektif untuk meredakan rasa nyeri.

Para peneliti asal Yale University menemukan, protein spesifik pada racun tarantula berjenis Peruvian Green Velvet dapat menghalangi aktivitas sel saraf sehingga menekan rasa nyeri. Peneliti mengatakan, sebelum berhasil mengidentifikasi protein ini, mereka telah melakukan percobaan pada ratusan racun laba-laba demi mengembangkan obat pereda nyeri yang baru.

"Dalam racun laba-laba yang luas, ada kemungkinan suatu saat akan ditemukan lagi racun jenis tertentu yang memiliki kemampuan yang sama sebagai pereda rasa nyeri," ujar penulis studi Michael Nitabach, profesor sel dan fisiologi molekular dan genetika dari Yale University.

Ia menambahkan, kentungan dari sistem ini adalah racun tarantula dapat direkayasa. Ini memungkinkan peneliti untuk menemukan racun yang tidak ditemukan di alam dari rekayasa tersebut. Dengan melakukan itu, peneliti pun mampu mengidentifikasi variasi racun yang lebih poten namun tidak membahayakan fungsi saraf.

Dalam studi yang dipublikasi dalam jurnal Current Biology tersebut, para peneliti menganalisis lebih dari 100 racun laba-laba dari berbagai spesies tarantula. Mereka menguji coba racun tersebut pada salah satu saluran nyeri manusia yang disebut TRPA1. Saluran tersebut berada pada permukaan sel saraf yang dapat merasakan nyeri yang berkaitan dengan peradangan dan nyeri saraf.

Mereka menemukan, salah satu racun tarantula, khususnya, dapat menghalangi saluran tersebut namun tidak mempengaruhi saluran lainnya yang ada pada sel saraf. Artinya, racun tersebut pun berpotensi menjadi analgesik bagi nyeri.

Peneliti mengatakan, mereka berencana untuk menguji coba ratusan racun baru lainnya yang memiliki efek pereda rasa nyeri serupa.


12.16 | 0 komentar | Read More

Wawan Terkena Demam Berdarah

JAKARTA, tribunkaltim.co.id - Tersangka kasus dugaan suap dan pencucian uang Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan didiagnosa terkena demam berdarah. Kini, Wawan dirawat di Paviliun Cenderawasih, Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Jadi diagnosa awal itu dia DBD (demam berdarah), keluar bintik merahnya, ada, jadi kemungkinan besar DBD," kata salah satu pengacara Wawan, Sadli Hasibuan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (26/2/2014).

Pada Senin (24/2/2014), Wawan batal menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta karena sakit. Semula, Wawan dibawa ke rumah sakit karena menunjukkan gejala awal vertigo dan mag.

Namun, menurut Sadli, hasil pemeriksaan dokter RS Polri kemudian menunjukkan bahwa kliennya terjangkit demam berdarah.

"Senin itu dia sangat drop, kondisinya turun, tapi saya enggak tahu berapa lama. Lalu dilakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari thorax, rontgen, segala macam sudah dilakukan. Tapi mungkin nanti lah, saya sama Bu Pia akan lihat kondisi Mas Wawan apakah lebih baik atau enggak, nanti kami kasih tahu lagi," tutur Sadli.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Sadli, kemungkinan Wawan kembali tidak dapat mengikuti sidang pembacaan dakwaan yang dijadwalkan pada Kamis (27/2/2014) besok.

"Kemungkinan ya (tidak bisa hadir), kalau kita lihat kebiasaan orang DBD mungkin sekitar 20 hari atau 10 hari, dua minggu kan biasanya (istirahat)," katanya.

Mengenai pembantaran penahanan, ucap Sadli, pihak KPK belum memutuskan hal tersebut. Menurut Sadli, pihaknya baru akan melaporkan kondisi kesehatan Wawan kepada jaksa penuntut umum KPK dalam persidangan besok.

Sadli juga mengatakan bahwa selama berada di rumah sakit, Wawan boleh dijenguk pihak keluarga dan pengacaranya.


12.16 | 0 komentar | Read More

BREAKING NEWS: Kebakaran Permukiman Padat di Nunukan

Written By Unknown on Kamis, 30 Januari 2014 | 12.17

BREAKING NEWS: Kebakaran Permukiman Padat di Nunukan

Niko Ruru/Tribun Kaltim

Kebakaran yang terjadi di Sungai Bolong, Jalan Hasanuddin, RT 09, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan, Kamis (30/1/2014).

NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Kebakaran menghanguskan sejumlah rumah di kawasan padat pemukiman, di Sungai Bolong, Jalan Hasanuddin, RT, 09, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan, Kamis (30/1/2014)

Belum diketahui penyebab pasti maupun jumlah rumah yang hangus terbakar. Kebakaran terjadi sejak pukul 10.00. Hingga berita ini diturunkan pukul 11.30, api terus membesar dan menghanguskan rumah rumah lainnya di kawasan itu.

Petugas pemadam kebakaran dibantu masyarakat masih berusaha memadamkan api.
Kapolres Nunukan AKPB Robert Silindur Pangaribuan dan Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Danyon 100/Raider Letkol Inf Safta F dan Dandim 0911/Nunukan Letkol Putra terlihat di lokasi kejadian memantau proses pemadaman api.


12.17 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger